Bagaimana Jika

by peyek on March 11, 2010

in AGGREGATOR

Karena dosa itu bukan bernama imajinasi

Saya hanya merangkum dari sekian kasat-kusut, rasan-rasan dan guneman di warung-warung kopi dan disetiap gardu jaga kampung diantara ketawa cekiki’an, senda tawa serta cerita singkat keseharian, sekilas imajinasi singkat dari sekian banyak pokok cerita itu adalah, “bagaimana jika Gresik tanpa Bupati”.

Saya tak mengajak sampean berandai-andai yang sama, apalagi menyetujui, karena mungkin sampean tak setuju, berpendapat beda, toh ini ringan dan remeh dari sekian obrolan nggak jelas yang berlagak memikiri.

Apa Gresik akan baik-baik saja?, atau ini tak mungkin, ataukah harus ada yang memimpin Gresik kedepan untuk menjaga jarak agar agar cita-cita yang tak tersentuh itu didekatkan?, apakah harus?, bagaimana jika yang diharapkan itu meleset, atau sampean malah merasa, kita memilih yang terbaik dari sekian pilihan buruk?.

Ah, ini imajinasi, dan sekali lagi, ini bukan dosa.


{ Comments on this entry are closed }

Gresik(ers)

by peyek on March 7, 2010

in AGGREGATOR

Saya membaca Dublin-nya James Joyce, masih di dua pertiga bagiannya, dan dari sana saya ingat Grisse tempo doeloe, tapi dari separuh lebih itu saya bisa tahu, bagaimana geliat sebuah kota itu bisa digambarkan dengan sebegitu sulit dilupakan, tidak didapati di sebuah buku setebal Grisse tempo doeloe.

Keduanya mungkin berbeda, kita semua tahu dari judul yang jelas menggambarkan isi didalamnya, tapi Dubliners memberikan gairah kota, kegelisahan, denyut kehidupan, ketegangan masyarakat, ragam penghuni dan segala persoalan mengenai etik dan politik dalam simbol-simbol dan juga bagaimana sebuah kota itu mengharapkan sosok kepemimpinan kedepan.

Dubliners layak baca karena ia mengikuti ritme kehidupan, tidak seperti Grisse tempoe doeloe, yang mengingatkan saya akan komentar seorang teman, “Gresik berada dalam bayang-bayang keemasan masa lalu”, dan saya membenarkannya soal ini, Gresik, mungkin berada dalam kebimbangan, antara kejayaan masa lalu dan masa depan yang tak tersentuh.

Dihari-hari terakhir ini, dimana riuh gaduh slogan tentang masa depan kota Gresik, agaknya, Dubliners layak dijadikan sebuah cermin dan sekilas pembelajaran singkat bagi semua, tak peduli pada level berapa sebuah masyarakat di sebuah kota kecil pinggiran itu dibentuk, agar kita tak lagi keliru, agar masa depan tak lagi suram, dititik ini, kita membuat sejarah kota kita sendiri.

Dengan tidak ada niat membandingkan Gresik dengan Dublin yang berjarak, tapi sesungguhnya kita punya keingingan yang sama, jika boleh saya meringkusnya dalam kalimat singkat, kita ingin perubahan masa depan yang labih baik.

Dubliners adalah Dublin dengan sejarahnya sendiri, dan Gresik adalah saya dan sampean yang juga menentukan sejarah kita sendiri.


{ Comments on this entry are closed }

Modifikasi Motor

March 3, 2010


Hmm.. Kalau setahun yang lalu saya bercerita tentang modifikasi jok motor. Nah, sekarang ini tentang masalah modifikasi motor. Saya menjadi tertarik karena mengamati karena banyak orang mencoba mengubah tampilan dan struktur motor untuk menyesuaikan dengan keinginan dan kenyamanan berkendara…..

Kebetulan saat berkendara menyusuri ribuan kilometer saya sering menemukan modifikasi motor yang aneh-aneh dan nyentrik… Sebagian merupakan ekspresi seni dan pemunculan rasa kepuasan pemiliknya terhadap hasil modifikasi yang telah dilakukan. Sebagian yang lain memilih memodif kendaraan mereka agar terasa lebih nyaman saat dikendarai.

Nah, yang terakhir itu bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Sebuah keluarga mengubah tampilan vespa mereka dengan tambahan kursi penumpang di samping kiri kendaraan…. Tujuannya adalah supaya bisa menampung lebih banyak penumpang…. Meskipun pilihan tersebut mengandung resiko dengan sedikit mengabaikan tingkat keamanan….. Yah, meskipun terlihat dua kepala si kecil terbungkus helm.

Nyaman

Yah.. Lagi-lagi pilihan yang susah saat hidup terasa semakin sulit… Naik kendaraan umum, mahal dan waktu lebih lama…… Belum lagi kalau macetttt……

Makanya saya tetap setia mengendarai motor legendaris… Hihi…

Read the full article →

Sepedaku Ketinggalan

March 3, 2010

Malam itu ku kayuh sepeda anginku, teringat akan janji yang kubuat siang tadi kepada penjaga toko olah raga di perlimaan jalan tak jauh dari tempat ku menyewa kamar. Hanya beberapa ratus meter, tak sampai lima menit bersepeda. Memasangkan senar pada raketku yang baru saja kubeli siang tadi, lima kali bayar, dipotong dari upahku tiap bulan. [...]

Read the full article →

Kadaluarsa

March 2, 2010


PENGUMUMAN YANG LEWAT MASA AKTIFNYA

Hmmm…. Melintasi kota-kota di Jawa, khususnya bersama motor legendaris memang terasa sangat mengasyikkan… Ini adalah sebagian dari hobi saya sebagai seorang biker dan motoris… Ada satu hal yang membuat perasaan terus dalam penasaran untuk berkelana ke tempat baru menikmati pemandangan indah, seperti yang pernah saya posting disini, silahkan tengok bila anda belum membacanya….

Mulai memasuki kota Kediri dari arah utara, akan disajikan pengumuman segede gaban yang terpampang di perempatan dekat pos polisi. Di dalam pos polisi tersebut sepertinya tak tampak polisi sedang berjaga dan mengawasi lalu lintas (dengan baik dan benar). Yang saya tahu polisi-polisi tersebut hanya duduk nyantai sembari ngobrol dengan rekannya….. Entah apakah masih ada rasa peduli terhadap lalu lintas dan kondisi jalan yang sedang dalam pengawasannya…

Saya rasa tidak ada…. Hehe… Apa buktinya????? Lha itu ada papan pengumuman yang segede gaban dibiarkan kadaluarsa dan tidak pernah diupdate lagi….. Hmmm.. Blog ini saja saya usahakan untuk selalu update untuk memberikan bahan bacaan di waktu luang kerja atau menemani waktu bersantai anda…. Masa polisi aja tidak mampu mengupdate papan pengumuman miliknya??????

Hehe… Gaji bulanan selalu dapat, plus ceperan di jalanan…. Para polisi tersebut duduk nyantai di pos jaga, dan ngapain juga harus update papan pengumuman…… Haha……. Tenang…

Kalau ditanya mungkin jawabnya seperti ini,… “Maaf sedang hiatus

Maaf lagi hiatus

Kasus-kasus seperti ini bahkan seringkali kita jumpai di berbagai sektor kehidupan….. Kalau nggak mau update, mbok diturunkan saja itu pengumumannya… Hm…

Read the full article →

Tidak Ada Lagi Setrum Byar Pet

March 1, 2010

Sekira 3 mingguan yang lalu, lewat stasiun televisi lokal, Dirut PLN itu mensosialisasikan listrik prabayar.
Dahlan Iskan, Dirut PT PLN itu memastikan, “Pasokan listrik di Jawa-Bali sebenarnya surplus hingga 30 persen”, ia juga memastikan tidak ada lagi pasokan setrum byar pet ke masyarakat, dalam sambutannya ia juga menambahkan, tidak masuk akal listrik byar pet apalagi sampai [...]

Read the full article →

Gresik dan Dunia Pendidikan

February 28, 2010

Selamat Datang Di Official Website Dikbud Gresik, dengan tampilan dan wajah baru kami mencoba memberikan layanan informasi terkini dan teraktual untuk anda. Khususnya dibidang pendidikan semoga menjadi wujud sarana penerapan Teknologi Informasi bagi proses pembelajaran di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia, dan Dunia.

Jika sampean adalah pemilik rumah dan kedatangan tamu, dengan ramah mengucapkan selamat datang, [...]

Read the full article →

Caleg

February 27, 2010

“Politik itu kotor” kata Albert Camus, “Politik dan nasib umat manusia dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan, karena-nyalah orang-orang hebat itu tak mau terjun ke dunia politik”. Tapi tunggu dulu, sampeyan tak perlu berpanas kuping, ada Plato disisi lain, Plato bicara soal apatisme berpolitik, “Hukuman bagi orang-orang yang tidak mau berpolitik adalah bersiap [...]

Read the full article →

Nostalgia

February 25, 2010

Meski bernostalgia ke masa lalu adalah laku paradoks, tapi ia bukanlah kutukan, sejenak kembali menebalkan tipisnya ingatan. Ini tentang sejengkal ingatan masa lalu tentang kota Gresik sekarang dan Grissee yang lewat tapi tak sungguh-sungguh terpisahkan.
Sebenarnya ini hanya lanjutan sekelebatan gambar-gambar lama yang saya ambil tanpa seijin yang punya, beruntung saya jika kelak yang punya menegur(dan [...]

Read the full article →

Maaf dan Terima Kasih

February 24, 2010


Maaf dan Terima Kasih

Seucap kata ‘maaf’ dan ‘terima kasih’ mengajarkan kita akan pentingnya arti hidup sosial yang sebenarnya. Kita tidak sendiri, ada individu lain yang memiliki pandangan berbeda dari diri kita meskipun kadang terdapat banyak kesamaan pandangan. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa dalam bersosialisasi seringkali terjadi gesekan antar individu.

Dua kata tersebut terlihat sangat mudah untuk diucapkan, meskipun sebagian orang sangat susah untuk mempraktekkannya. Anda masih ingat Mpok Minah di serial Bajaj Bajuri? Ya, barangkali beliau adalah sosok rekaan dimana kata ‘maaf’ bisa terlontar seiring hembusan kata-kata dari bibirnya…. Mungkin kita memandangnya sebagai bahan humor dan sedikit menyadari bahwa apa yang terkandung dalam kata ‘maaf’ sangat besar maknanya.

Dalam kata ‘maaf’ terkandung arti yang sangat dalam. Kesalahan dan alpa adalah sangat wajar muncul dari diri manusia. Ketika kesalahan telah terjadi atau bahkan sedang akan terjadi, maaf menjadi jalan untuk melapangkan dada mereka yang terkena imbas kesalahan yang kita perbuat. Kata ‘maaf’ akan menyadarkan bahwa kesalahan bisa saja setiap saat terjadi pada semua manusia, sengaja maupun tidak. Maaf tidak membuat harga diri kita menjadi jatuh….

Maaf juga menuntun kita untuk lebih santun dalam bersikap. Ucapan perintah bila disambungkan dengan kata ‘maaf’ terlihat lebih sopan…. Maaf, permisi, tolong, nyuwun sewu…. Ah… Kata terakhir itu lekat sekali dengan adat Jawa yang selama ini diajarkan oleh mbah-mbah saya…. Memaafkan dengan tulus akan membuat kita memiliki jiwa yang lebih besar, dada yang semakin lapang, dan keikhlasan untuk menjalani hidup.

Sementara itu, kata ‘terima kasih’ mengajak kita untuk menghargai kebaikan yang datang kepada kita lewat perantara orang lain. Tak mungkin kita bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain… Pasti selalu ada jalan lewat tangan-tangan orang lain di sekitar kita untuk membuat kita senang dan bahagia.

Rasa terima kasih juga mampu menyadarkan kita bahwa sekecil apapun jasa orang lain itu tetaplah akan sangat berarti bagi kita. Bila dirangkai dengan kalimat perintah, kata ‘terima kasih’ akan menunjukkan bahwa kita menghargai apa yang telah dilakukan orang lain. Bentuk apresiasi bahwa mereka telah melakukan apa yang telah kita perintah.

Kadang kita merasa bahwa kita yang paling benar sehingga susah sekali kata maaf itu muncul dalam keseharian kita. Serta rasa sombong dan angkuh melambungkan kita untuk melupakan rangkaian kata ‘terima kasih’….. Hmmmm….

Terima kasih sudah mau singgah di blog biru ini…. Mohon maaf bila apa yang disajikan blog biru kurang memuaskan dahaga informasi anda….

Read the full article →