Sekira 3 mingguan yang lalu, lewat stasiun televisi lokal, Dirut PLN itu mensosialisasikan listrik prabayar.
Dahlan Iskan, Dirut PT PLN itu memastikan, “Pasokan listrik di Jawa-Bali sebenarnya surplus hingga 30 persen”, ia juga memastikan tidak ada lagi pasokan setrum byar pet ke masyarakat, dalam sambutannya ia juga menambahkan, tidak masuk akal listrik byar pet apalagi sampai padam hingga 8 jam, hal itu sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal.
Itulah sambutan, sebuah optimisme, harapan peningkatan layanan yang lebih baik, tapi setrum di Gresik masih saja byar pet akhir-akhir ini, dan untuk sekedar penjelasan sederhana, nomor pengaduan pelanggan tak bisa lagi diharapkan, itulah KSO (Kerja Sama Operasi), bukan lagi tanggung jawab PLN, sebuah kenyataan sekaligus dalih.
“Jika listrik padam, makanan yang disimpan dalam almari bakal membusuk”, begitu Dahlan Iskan itu menambahkan dalam ingatan saya, tapi sebenarnya bukan saja makanan, tapi peralatan rumah tangga juga bakal membusuk jika secara tiba-tiba setrum itu mati, tak bisa lagi dihitung kerugian pelanggan, dan perusahaan setrum negara itu toh tak akan mau menampung perlatan listrik yang telah membusuk, dan lagi-lagi pelanggan perlu biaya ekstra untuk mengfungsikannya kembali.
Optimisme dirut PLN akan perbaikan layanan kepada pelanggan akan selalu ditunggu-tunggu, atau ia hanya akan manjadi sebuah optimisme berlebihan yang tak berbentuk.
Nambah : berita terkait ada disini.


























