Dari dulu saya nggak respek sama yang namanya pemilu, pilkada, pilgub, dan lainnya entah apa itu namanya. belum lagi kalau ada pemilu ulang. menghabiskan uang rakyat saja.
Saya muak melihat spanduk beserta baliho yang memampang wajah orang yang ngaku pantas jadi pemimpin. Tapi nyatanya nggak pantas memimpin negeri.
Hei, PD banget kalian?
spanduk, baliho merusak pemandangan aja. Terus terang saya lebih suka liat pohon penghijauan di pinggir trotoar daripada liat wajah orang aneh yang ngaku pantas jadi pemimpin.
Katanya pemilu jujur dan adil. Trus apa tuh uang dan sembako yang dibagi “Gratis” ke warga kampung?
Kalau memang niat sedekah, kenapa waktu pemilu?
Trus tiba-tiba aja datang ke sekolah-sekolah (terutama SMA ya) sambil bikin acara santunan anak yatim, trus pidato ngalor ngidul.
Bilang aja kalo mau promosi. Trus mau nunjukin kalo kamu peduli sama rakyat kecil. WHAT??? Di pikirnya pelajar ini STUPID kali ya? Jadi bisa dibohongi.
pak/bu. Yang penting itu bukan terpilih atau tidak. Kalo reputasi anda bagus dimata masyarakat, kami pasti pilih anda. Ga usah pake kedok ngadain baksos, bagi-bagi duit, masang baliho GEDHE di taman kota. Dan lain lain.
Yang penting itu, ntar anda bisa njalanin amanat rakyat sebagai pemimpin yang bener.
Trus kalo udah terpilih ntar lupa sama janjinya. Dengan dalih, “manusia nggak luput dari kesalahan”
woow! Enak bener ya jadi kalian? Ongkang-ongkang di kursi empuk, rapat nggak dateng, ikut rapat juga malah tidur , atau sok sibuk mainin leptop.
Harusnya yg kayak gt uda di DO.
Mahasiswa aja kalo kehadiran kurang dari 80% bisa D.O!
Ckckck. Pantesan negeri ini nggak maju2 kalo pemimpinnya aja kayak gitu.
Herannya lagi, orang macam itu kenapa bisa jadi pemimpin negeri?
~1st published on fb notes~
Filed under: catatan kaki



























