You Are Here: Home » AGGREGATOR » Negeri Ibu (2)
dari negeri ibu bulan mengunjungiku meminjam kata pujangga sebagai rakitnya meminjam langit jingga sebagai layarnya disandarkannya rakit itu di ujung dermaga tempat penyair tua memancing usia agar tak mati ia di kala senja tiba katanya, “Hatimu masih kubawa, masih berduri di sana, bahkan beracun rasanya. Di suatu negeri akan kukembalikan saat kau berteman dengan kehidupan.” [...]


























