
Itu adalah update status Facebook rekan Agus beberapa jam kemudian setelah kami kembali bertemu di dunia maya. Tentu itu bukan sekedar ekspresi kelegaannya setelah B*B. Saya bisa menangkap maksudnya. Rapat perdana panitia persiapan Musyawarah Blogger Gresik akhirnya terlaksana. Kelegaan itu memang cukup berarti kalau mengingat obrolan-obrolan kami di warung kopi Cak Ri tentang harapan-harapan akan sebuah komunitas blogger Gresik yang solid. “Duh kapan ya kita bisa kayak gitu…?” begitu keluhnya sembari menatap tembok yang penuh celemotan kopi. Selama ini, hanya dua hal yang membuatnya gundah gulana. Selainnya itu, adalah cinta yang selalu lepas begitu teraih dalam penggalan waktu yang terlalu pendek…
Bersama sang sesepuh blogger Gresik, Cak Tony Peyek, biasanya kami merajut angan akan terbentuknya sebuah organisasi yang bisa mewadahi para blogger Gresik. Biar nggak bingung kalau didatangi tamu dari sebelah atau sekedar mendapatkan undangan dari blogger seberang. “Mbok ya jangan nyari duit tok dari ngeblog, bikin apa gitu untuk sumbangsih kita kepada Gresik…?” Begitu biasanya dia mencerca “kekurangpedulian” saya akan tempat saya dibesarkan ini.
Saya sendiri tidak menyangka antusiasme teman-teman blogger yang justru berasal dari pojok-pojok Gresik dalam menghadiri acara tadi. Gresik memang bukan cuman daerah perkotaannya saja. Gresik juga berarti Manyar tempat saya tinggal, Sekarkurung dimana Mas Indra menunjukkan kepeduliannya atau Cerme tempat Paladin Army berasal. Terlihat semua orang berkorban untuk sekedar menghadiri rapat perdana ini. Ghofur “Gasa”, misalnya, sudah sampai di Gresik bahkan sejak sore. Putera asli Bawean yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Malang ini rela meninggalkan motornya terparkir di Terminal Landung Sari untuk selanjutnya menempuh perjalanan ke Gresik dengan transportasi umum
Atau seperti Anang yang harus datang berjas hujan ria, dari sebuah daerah bernama, seperti katanya sendiri, “Gresik Coret”. (Dulu aku kira Kedamean nggak masuk Gresik
) Jadi saya harus memakluminya ketika dia nyasar dan harus dijemput di sebuah tempat yang lebih diketahuinya. Dan juga tak bisa diabaikan pengorbanan Mas Supai yang jauh-jauh datang dari Benjeng. Untuk tempat yang satu ini, saya tahu persis betapa jauh (dan gelap
) jalan yang harus dilalui oleh sang officer kecamatan ini. Rute Gresik-Benjeng yang berliku tidak terlalu asing buat saya. Kalau tidak ada salah satu pacar saya di sana, sumpah, agak males rasanya ke sana.
(Sori Mas Pai, bercanda. Kapan-kapan kami mampir ke sana…)
Hujan, mungkin adalah pembenaran subyektif yang berusaha untuk saya percayai ketika saya merasa harus menghibur diri saya sendiri untuk menjawab pertanyaan “Kenapa yang datang cuman segini ya?” Padahal rekan Jazili, si kutu kupret yang mellow itu sudah menyebarkan puluhan undangan via email. “Ooo, mungkin nggak setiap orang rajin mengecek emailnya…” Begitu saya lagi-lagi menghibur diri sendiri. Well, kita coba lagi mengundang para blogger dan anggota Forum Gresik pada rapat selanjutnya. Siapa tahu, karena rapat selanjutnya rapat akan dipaskan dengan acara ulang tahun rekan Rofii, lebih banyak yang terprovokasi. Makan-makan…. “ McDee…!” sebuah suara nyaring tiba-tiba menyeruak. Ooo, ternyata rekan Roni. Tubuh mungilnya yang kurang efisien (setidaknya dilihat dari nafsu makannya yang besar) hampir tidak terlihat di antara kerumunan blogger-blogger Gresik lainnya yang rata-rata bertubuh tambun.
Anyway busway, pertanyaan “setelah Solo” itu terjawab sudah. Langkah ini semakin pasti. One Step Ahead kalau menggunakan istilah Anang “kita semua”. Susunan kepanitiaan terbentuk sudah. Seksi-seksi juga sudah diawaki oleh orang-orang dengan kapabilitas yang tidak diragukan lagi. Semangat yang diberikan oleh rekan-rekan blogger Surabaya ketika kami nongkrong di kafetaria Hi Tech Mall beberapa hari sebelumnya, usulan untuk membentuk semacam sindikasi blogger Jawa Timur yang didengungkan oleh MbahSangkil, hingga janji si juragan kambing etawa Gentokelir untuk datang nanti pada saat launching Nggersik.com adalah diantara dukungan moral yang terus menyemangati kami. Semoga rekan Sulaiman dan Eko bisa merancang acara musyawarah yang representatif hingga mampu meletakkan fondasi yang kuat sebelum Komunitas Blogger Gresik benar-benar memasuki ranah blogosphere nasional.
Mari kita singsingkan lengan, celana dan sarung kita….


























