
Siapa yang tidak tahu Gedung Nasional Indonesia, dan orang-orang lebih sering meringkasnya dengan sebutan GNI itu, Letaknya tepat di sudut jalan perempatan antara jalan Panglima Sudirman Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jl Malik Ibrahim dan Jalan Pahlawan Gresik. Cukup strategis untuk sebuah gedung milik pemerintah, dan mungkin kebanggan kota sebagai bagian yang bersejarah.
Melihat di pintu masuk utama, dan tepat diatasnya terdapat sebuah prasasti yang meletakkan batu pertama pembangunan gedung itu, ia adalah R, Soekarso, Bupati Kabupaten Surabaya pada 17 Agustus 1960.
Cukup lama untuk sebuah bangunan gedung yang masih telihat kokoh dengan arsitektur sederhana itu, mengingatkan saya pada Gedung Balai Pemuda di Surabaya, sama persis letaknya yang berada di pojokan, beda Balai Pemuda Surabaya beda pula Gedung Nasional Gresik itu, dari fasilitas apalagi fungsinya.
Sepertinya, ia adalah warisan sejarah yang terkesan diperah untuk keperluan komersial daripada kepentingan lain, dan jarang-jarang untuk kepentingan sejenis pameran pendidikan, dengan fasilitas yang “pokoke onok!”. Semoga, ia menjadi lebih diperhatikan dan terawat dengan baik, tidak berubah menjadi bangunan yang angker, ketika ia tak lagi laku untuk kepentingan komersial.



























