Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » GADO-GADO, TERBARU » Brawn GP finish 1-2

brawnSejarah baru Formula 1 dicatat karena kemenangan Brawn GP di Sirkuit Albert Park Australia Minggu (29/03) siang. Rekor ini tercatat sebagai tim baru yang langsung memenangi Grand Prix pertamanya.  Brawn GP merupakan tim yang mengumumkan peluncurannya sebulan sebelum gelaran musim 2009. Tim ini dibeli oleh Ross Brown dari Honda yang akhir tahun lalu mengundurkan diri dari F1.

Seperti diduga banyak orang, keberadaan tim baru Formula 1 Brawn GP menjadi ancaman serius tim-tim kuat formula 1. Setelah melewati berbagai drama dalam 58 lap di Albert Park Circuit Australia, akhirnya Jenson Button dan Rubben Barrichello memenangi gelaran awal musim ini dengan finish 1-2. Jenson Button memimpin balapan dari pole position hingga akhir. Ia membutuhkan waktu  1jam 34menit 15,748detik. Sementara rekan setimnya, Rubben Barrichelo 0,807 detik di belakangnya. Sedang posisi ketiga dimenangi Jarno Truli dari tim Toyota dengan selisih waktu 1,604 detik.

Kemenangan ini tentunya tak luput dari kecerdikan Ross Brawn, pemilik tim sekaligus Race Engineer Brawn GP. Brawn yang mantan race engineer Ferrari menerapkan strategi 2 pit stop dengan bahan bakar banyak di awal lomba. Button melaju tanpa tanding sejak awal dengan selisih sekitar 0,5 detik seperti  pada free practice hari Jum’at sebelumnya.

Drama keluarnya Safety Car pertama terjadi setelah Nakajima dari tim William mencium tembok sirkuit. Sedang Safety Car kedua muncul 3 lap sebelum lomba berakhir. Penyebabnya adalah kecelakaan yang dialami Robert Kubica (BMW Sauber) dan Sebastian Vettel (Red Bull Renault) dalam memperebutkan tempat kedua. Setelah bersenggolan di tikungan keduanya kehilangan sayap depan sehingga keseimbangan mobil hilang. Ketidaksetimbangan ini menjadikan keduanya membertur tembok sisi lintasan. Roda depan mobil Robert Kubica langsung terlepas sementara Vettel hanya roda kiri depannya saja. Vettel sempat membawa mobilnya dua lap untuk mempertahankan posisi namun akhirnya ketidaksetimbangan mobil membuatnya terhenti.

Sementara itu tim-tim tangguh yang selama ini mendominasi gelaran F1 tidak mampu berbuat banyak kecuali Lewis Hamilton yang menempati finish keempat.  Juara dunia tahun 2008 lalu itu mendapat keuntungan setelah Kubica dan Vettel yang berada di depannya mengalami kecelakaan. Sementara pembalap Ferrari  yang juara 2007 Fillippe Massa harus keluar dari balapan setelah salah mengambil tikungan yang mengakibatkan kerusakan mobilnya. Dan Kimi Raikonen rekan setim Massa hanya mampu berada di posisi 16. Sedangkan Fernando Alonso dari Tim Renault berada di posisi 6.

Di awal lomba Barrichello start dari posisi 2 tapi karena start yang kurang mulus langsung melorot ke posisi 6. Posisi kedua ditempati Sebastian Vettel dari tim Red Bull Racing yang start dari posisi ketiga. Fillippe Massa, Robert Kubica dan Kimi Raikonen ikut menyerobot kelengahan Rubben Barrichello sebelum memasuki tikungan pertama.

Ketiga pembalap yang naik di Podium Sirkuit Albert Park merupakan wajah lama. Ketiganya sudah lebih dari 8 tahun berkiprah di Formula 1. Baik tim Brawn GP dan Toyota merupakan tim yang menggunakan diffuser kreasi hasil akal-akalan dari regulasi baru diffuser. Saat ini tim-tim yang menggunakan diffuser semacam ini termasuk tim William diprotes tim-tim lain. Sekalipun FIA menyatakan legal namun mereka naik banding dan akan diangkat pada pengadilan tanggal 14 April nanti. (*)

HASIL AKHIR GRAND PRIX AUSTRALIA

F Pembalap Tim Waktu Start Poin
1 Jenson Button Brawn-Mercedes 1:34:15.784 1 10
2 Rubens Barrichello Brawn-Mercedes +0.8 secs 2 8
3 Jarno Trulli Toyota +1.6 secs 20 6
4 Lewis Hamilton McLaren-Mercedes +2.9 secs 18 5
5 Timo Glock Toyota +4.4 secs 19 4
6 Fernando Alonso Renault +4.8 secs 10 3
7 Nico Rosberg Williams-Toyota +5.7 secs 5 2
8 Sebastien Buemi STR-Ferrari +6.0 secs 13 1
9 Sebastien Bourdais STR-Ferrari +6.2 secs 17
10 Adrian Sutil Force India-Mercedes +6.3 secs 16

Leave a Reply

© 2009 NGGERSIKdotcom · Subscribe:PostsComments · Designed by nggersik · Powered by WordPress