
Banyak penulis pemula yang berhenti menulis gara-gara mentok ide dan gagasan. “malas nulis ahh, lagi nggak punya ide” mugkin demikian yang mereka katakan, seakan-akan bagi mereka gagasan dan ide merupakan hal yang sangat prinsip dan idealis, sehingga mereka sering terpenjara dalam pikiran mereka tentang ide dan gagasan. Sebenarnya ide dan gagasan sudah ada di sekitar kita, lingkungan kita dengan sendirinya sudah memunculkan dan menciptakan ide dan gagasan penulisan bagi kita, tinggal kita saja yang harus peka dan sensitif untuk merasakan ide dan gagasan itu sendiri.
Ide dan gagasan penulisan bukan harus sesuatu yang tinggi, bukan sesuatu yang sakral dan penuh semangat provokatif, penulis pemula sering merasakan bahwa ide tulisan harus seperti itu. Padahal tidak harus, ide penulisan boleh saja sederhana, simpel, malah sangat boleh ide penulisan “tidak berbobot” sama sekali, karena yang membuat tulisan menjadi enak dibaca bukan pada ide semata-mata, namun banyak hal yang dapat digunakan untuk menghidupkan tulisan. Untuk menghidupkan tulisan bisa dilakukan dengan memfokuskan masalah yang dikupas, mempertegas penokohan, memperuncing konflik antar tokoh atau juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa “gaul” yang sedang marak dipakai.
Bagaimana caranya agar penulis pemula mudah mendapatkan ide dan gagasan penulisan ?. Jawabannya adalah banyak membaca. Ya, banyak membaca adalah suatu yang “sangat harus” dilakukan oleh penulis pemula (orang yang ingin menjadi penulis). Membaca adalah langkah pertama yang harus segera dilakukan oleh penulis.
Membaca apapun, buku apapun; buku sains, buku agama, buku ekonomi, komik, buletin, majalah, koran, bahkan selebaran dan pamflet pun boleh dibaca. Jangan terpaku pada satu bidang tertentu saja dalam hal membaca buku bacaan, misalnya anda sangat suka buku sains saja, boleh saja. Namun, apabila anda senang membaca buku bacaan dengan berbagai bidang bahasan, maka anda semakin banyak memperoleh referensi tentang tulisan yang akan anda tulis nantinya.
Apabila anda sedang mencari setting cerita, maka seyogyanya anda sudah membaca banyak buku ensiklopedia yang mengupas berbagai tempat di dunia ini. Boleh juga membaca selebaran agen perjalanan langganan kakek anda, membaca buletin yang disebar oleh departemen pariwisata dan bacaan lain yang menjelaskan berbagai keunikan banyak tempat di seantero dunia. Kalau anda sudah membaca buku-buku ini, anda tidak perlu pergi jauh-jauh survey ke Lembah Baliem jika anda berniat membuat cerita percintaan antara Fransiska dan Markus yang mengikat janji sehidup semati di lembah itu atau anda tidak perlu merogoh uang untuk tiket ke Mesir demi mencari setting tempat yang cocok untuk cerita pergolakan si cantik Aisyah menolak perjodohan yang terjadi di pedalaman Alexandria.
Ketika anda hendak menuliskan cerita fiksi ilmiah, anda harus sudah membaca berbagai buku biografi Mas Thomas A. Edison dan Mbah Einstein atau kumpulan artikel ilmiah yang mengupas teori penciptaan, teori molekuler, teori evolusi, dan teori-teori lainnya yang akan sangat mendukung tulisan anda. Kalau itu tidak anda lakukan, maka pasti anda akan kesulitan untuk menggambarkan bagaimana jerapah berleher panjang, padahal kata para ahli evolusi dulunya jerapah berleher pendek, atau saat anda akan menggambarkan suasana masa kecil einstein yang penuh penderitaan, maka anda tidak boleh memberikan gambaran seperti masa kecil anda yang penuh keriangan dan kegembiraan.
Bahan bacaan memang sudah menjadi salah satu modal untuk menulis, seperti para mahasiswa yang akan membuat skripsi. Maka yang menjadi salah satu syarat adalah banyak membaca, karena bacaan adalah referensi yang nantinya akan menjadi pedoman penulisan dan acuan penelitian serta sebagai bahan untuk pembahasan hasil penelitian mereka. Karena tidak dapat diterima apabila skripsi tidak mempunyai bahan acuan untuk mendukung asumsi mereka. Sangat mustahil khan apabila mahasiswa menuliskan hasil penelitian tanpa acuan ilmiah yang jelas.
Jadi, kalau anda hendak menulis, maka banyak-banyaklah membaca.




















1 Response
[...] itulah yang dianjurkan Jonru seperti yang dituliskannya dalam artikel ini. Lihat Juga artikel ini, itu, di sini, dan di [...]